Berikutnya adalah section tentang the problem, problem ini bagaimana kita mencoba mengerti
customer requirement karena seringkali di software development itu kalau requirement dari klien itu
enggak jelas nanti hasil dari software yang akan kita kembangkan itu akan berantakan itu pasti.
Pasti enggak akan benar the hole process development nya biasanya itu karena ada masalah-masalah seperti ini
jadi tim development itu jadinya oh ini gimana nih acak-acakkan wah project yang harusnya kita bisa kelar 2 bulan
enggak jadi nih harus kita kerjakan selama 6 bulan dan lain sebagainya.
Itu beberapa masalah-masalahnya terus belum lagi customer-customer menambah
fitur-fitur di timeline yang udah kita tentukan maksudnya di luar timeline yang udah kita tentukan.
Dia ingin ada fitur a dan b di software yang sebenarnya requirement nya udah ada sebelumnya ditentukan oleh mereka.
Nah penambahan-penambahan seperti ini ini jadi masalah software development
kunci dari sini adalah seorang account manager dan solution arsitek.
Jadi ketika customer tadi berinteraksi dengan seorang account manager,
account manager itu harus benar-benar paham komunikasinya dengan seorang customer itu harus benar-benar bagus.
Karena jika tidak ada komunikasi yang bagus jadi requirement nya yang ada enggak jelas
nanti seorang solution arsiteknya juga akan bingung gimana memberikan detail-detail teknikal ke project timnya.
Karna biasanya seorang customer ini akan memberikan bisnis requiment gitu jadi
bisnis detail aja seperti yang saya bilang tadi saya hanya ingin membuat website yang aman
terus teknikal specifitacion nya itu di buat halaman login.
Contoh-contoh lain dari masalah-masalah yang ada di software development ini
terkait dengan customer requirement contohnya nih jadi Saya ingin manage video
di dalam website yang terproteksi jadi enggak sembarang orang bisa mengakses video tersebut kalau dia tidak punya akses gitu.
Teknikal specification akan menjadi di engineering timnya nanti dia akan bikin yang pertama
new website with authentication, yang ke-2 ada login page nya,
yang ke-3 ada database of video dimana database video itu baru bisa diakses kalau sudah login.
Terus ada video atau file apa fungsionallity di dalamnya terus ada juga user profile page.
Nah itu adalah cara mengkonversi customer requirement ke teknikal specification.
Contoh lainnya ada klien ingin Saya ingin punya platform yang bisa
mengirimkan broadcast email seperti mailchimp atau seperti tools-tools lainnya.
Seorang customer seorang solution arsitek tadi dia akan menganalisa nih masalah-masalahnya
barulah dibuatkan dibantu dibuatkan teknikal specification nya.
Oh dia ini ingin bikin broadcast platform berarti kita harus develop yang pertama itu
new email marketing tool terus kita harus bikin newsletter generator nya.
Kita akan buat generator agar bisa mengirim newsletter sesuai dengan keinginan user atau secara berkala.
Terus kita juga bisa buatkan database user atau customer terus di butuhkan juga test environment.
Contoh lain itu adalah yang biasa kita gunakan misalnya jam tangan
Saya ingin membuat aplikasi gitu di jam tangan gitu jadi itu kebutuhan user.
Nah kebutuhan di teknikalnya gimana gitu?
oke berarti kalau ingin membuat aplikasi di jam tangan kebutuhan-kebutuhan orang misalnya
bisa melakukan track tentang cuaca jadi saya bisa langsung lihat di jam tangan saya.
Terus ada blood pressure, terus ada melakukan tracking
berapa kali kita stretching dalam satu hari.
Terus kita jalan kita lari aktivitas-aktivitas tersebut bisa dimasukkan ke teknikal requirement,
terus bisa juga kita membuat rutin atau menggunakan cron job atau menggunakan scheduler
untuk membuat alarm yang otomatis mengingatkan kita gitu.
Itu adalah contoh-contoh masalah dari bisnis requirement
kebutuhan-kebutuhan user seperti apa yang di translate ke teknikal requirement.
